Pengantar Bisnis Informatika – Pemanfaatan Teknologi Informasi

Pemanfaatan Teknologi Informasi: E-Commerce Dalam Dunia Bisnis

Oleh: A. Annisa Ussakinah Quraisy

Universitas Gunadarma

e-mail: annisaquraisy@gmail.com

ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat melahirkan sesuatu dalam perkembangan dunia bisnis yaitu E-Commerce. E-Commerce  atau perdagangan elektronik adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. E-Commerce kini menjadi tren penjualan yang sangat efektif, terdapat banyak manfaat dalam kegiatannya, dimana para pelaku bisnis dapat dengan mudah mengiklankan informasi tentang barang atau jasa yang dipasarkan dan konsumen pun akan dapat dengan mudah melakukan pembelian kapanpun dan dimanapun.

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat dalam berbagai bidang, tak terkecuali bidang teknologi informasi. Perkembangan dalam bidang ini salah satunya adalah terlihat dengan hadirnya teknologi internet. Pada saat ini, segala pekerjaan sehari-hari yang kita lakukan tidak akan jauh dari yang namanya internet.

Kemudahan untuk memberikan informasi, mengakses informasi serta berbagi informasi tersebut sangatlah berguna. Apalagi saat ini dengan adanya smartphone kita dapat mengakses informasi menggunakan internet kapan saja dan dimana saja.

Selain untuk mempermudah dan mempercepat proses informasi, teknologi internet juga dimanfaatkan dalam kegiatan usaha atau bisnis. Para pelaku bisnis kini akan lebih mudah mendapatkan informasi untuk meningkatkan aktivitas bisnisnya, dimana mereka dapat saling melakukan strategi bisnis seperti dalam hal penjualan, pemasaran dan pelayanan terhadap pelanggan.

Pemasaran melalui internet atau bisa disebut juga dengan E-Commerce ini pun tidak akan lagi mengenal batasan, dimana biasanya kita hanya dapat melakukan proses jual beli di suatu tempat tertentu sekarang kita dapat melakukan proses jual/beli kapanpun dan dimanapun. Hal ini lah yang sangat mempengaruhi kelancaran dari suatu proses dalam dunia bisnis saat ini.

Kemudahan dalam melakukan penjualan yang seperti inilah nantinya akan meningkatkan daya saing antar sesama pelaku bisnis.

PEMBAHASAN

A.  KAJIAN TEORI

E-Commerce atau perdagangan elektronik adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 miliar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.

Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat “perdagangan web” — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.

Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.

  1. Model-Model E-Commerce di Indonesia

a. Iklan Baris, merupakan salah satu bentuk e-commerce yang tergolong sederhana, bisa dianggap sebagai evolusi dari iklan baris yang biasanya ditemui di koran-koran ke dalam dunia online. Penjual yang menggunakan social media atau forum untuk beriklan, biasanya tidak bisa langsung menyelesaikan transaksi pada website yang bersangkutan. Namun penjual dan pembeli harus berkomunikasi secara langsung untuk bertransaksi.

b. Retail, merupakan jenis e-commerce yang dimana semua proses jual-beli dilakukan melalui sistem yang sudah diterapkan oleh situs retail yang bersangkutan. Oleh karena itu, kegiatan jual-beli di retail relatif aman, namun biasanya pilihan produk yang tersedia tidak terlalu banyak, atau hanya fokus ke satu-dua kategori produk.

c. Marketplace, bisa dianggap sebagai penyedia jasa mall online, namun yang berjualan bukan penyedia website, melainkan anggota-anggota yang mendaftar untuk berjualan di website marketplace yang bersangkutan. Marketplace umumnya menyediakan lapisan keamanan tambahan untuk setiap transaksi yang terjadi, seperti sistem pembayaran escrow atau lebih umum dikenal sebagai rekening bersama.

Jadi setiap terjadi transaksi di dalam sistem marketplace tersebut, pihak marketplace akan menjadi pihak ketiga yang menerima pembayaran dan menjaganya hingga produk sudah dikirimkan oleh penjual dan diterima oleh pembeli. Setelah proses pengiriman selesai, barulah uang pembayaran diteruskan ke pihak penjual.

 

  1. Proses E-Commerce

Proses yang ada dalam E-commerce adalah sebagai berikut:

a. Presentasi elektronis (pembuatan website) untuk produk dan layanan.

b. Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.

c. Otomatisasi akun pelanggan secara aman (baik nomor rekening maupun nomor Kartu Kredit).

d. Pembayaran yang dilakukan secara langsung (online) dan penanganan transaksi.

  1. Jenis-jenis E-Commerce

E-commerce dapat dibagi menjadi beberapa jenis yang memiliki karakteristik berbeda-beda.

1. Business to Business (B2B)

Business to Business e-Commerce memiliki karakteristik antar pelaku bisnis sudah memiliki hubungan cukup lama, melakukan pertukaran data secara berulang, menggunakan model peer-to-peer, dan salah satu pelaku dapat melakukan pengiriman data.

2. Business to Consumer (B2C)

Business to Consumer e-Commerce memiliki karakteristik terbuka untuk umum, layanan dibuat berdasarkan permohonan, dan pendekatan client sering menggunakan sistem yang minimal (berbasis web) dan processing (business procedure).

3. Consumen to consumen (C2C)

Dalam C2C, seseorang menjual produk atau jasa ke orang lain. Dapat juga disebut sebagai pelanggan ke palanggan yaitu orang yang menjual produk dan jasa ke satu sama lain.

4. Consumen to Business (C2B)

Dalam C2B konsumen memeritahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen.

B.  USULAN

E-Commerce telah memberikan kemudahan kepada para pelaku bisnis dalam melakukan penjualan sehingga mereka dapat meningkatkan aktivitas bisnisnya. Oleh karena itu diharapkan peningkatan dalam pelayanan terhadap konsumen. Karena biasanya tidak ada kontak secara langsung dengan penjual maka jika transaksi yang dilakukan aman, pengiriman barang juga aman maka konsumen pun dapat menimbulkan rasa kepercayaan dan kepuasan yang dimana akan mempengaruhi penjualan dalam dunia bisnis.

C.  HASIL EVALUASI

Faktor keberhasilan penggunaan E-Commerce  dalam dunia bisnis yaitu:

a. Selection and Value, Faktor Pilihan dan nilai meliputi pilihan produk yang menarik, harga yang bersaing, jaminan kepuasan, dan dukungan pelanggan setelah penjualan.

b. Performance and Service, Faktor Kinerja dan pelayanan meliputi navigasi, proses belanja, dan pembelian serta konfirmasi pengiriman yang cepat dan mudah.

c. Look and Feel, Faktor Tampilan dan rasa yakni meliputi pajangan web,

situs web, area belanja, produk multimedia, halaman katalog dan fitur belanja yang menarik.

d. Advertising and incentives, Faktor Iklan dan insentif meliputi : web dan

promosi e-mail bersasaran serta penawaran khusus, termasuk iklan di berbagai situs afiliasi.

e. Personal attention, Faktor perhatian personal meliputi halaman web personal, saran produk yang dipersonalisasi, iklan web dan pemberitahuan e-mail, serta dukungan interaktif untuk semua pelanggan.

f. Community relationship, Faktor hubungan dengan komunitas meliputi komunitas virtual para pelanggan, pemasok, perwakilan perusahaan, dan lain-lainnya melalui newsgroup, ruang bincang, serta berbagai hubungan ke situs-situs terkait.

g. Security and Reliability, Faktor keamanan dan keandalan meliputi keamanan informasi pelanggan dan transaksi di situs web, informasi produk yang dapat dipercaya, serta pemenuhan pesanan yang dapat diandalkan.

PENUTUP

E-Commerce kini menjadi tren penjualan yang sangat efektif, terdapat banyak manfaat dalam kegiatannya, dimana para pelaku bisnis dapat dengan mudah mengiklankan informasi tentang barang atau jasa yang dipasarkan dan konsumen pun akan dapat dengan mudah melakukan pembelian kapanpun dan dimanapun.

REFERENSI 

[1]        Dewi Irmawati. “PEMANFAATAN E-COMMERCE DALAM DUNIA BISNIS”.

https://orasibisnis.files.wordpress.com/2012/05/dewi-imarwati_pemanfaatan-e-commerce-dalam-dunia-bisnis.pdf.

Tanggal Akses: 13 Oktober 2015 (7.28pm).

[2]         Siti Maryama. “PENERAPAN E-COMMERCE DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA.

http://www.liquidity.stiead.ac.id/wp-content/uploads/2013/04/9.-Siti-Maryama.pdf.

Tanggal Akses: 13 Oktober 2015 (7.36pm).

[3]         Anonim. “Perdagangan Elektronik”.

https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik.

Tanggal Akses: 17 Oktober 2015 (4.00pm).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s